Belajar Memasak dan Bermain Bersama Ayah
Kegiatan Bermakna di TK Khalifah Cimanggis
(23–25 September 2025)
TK Khalifah Cimanggis senantiasa berkomitmen menghadirkan kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai keluarga, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Salah satu kegiatan tersebut adalah “Belajar Memasak dan Bermain Bersama Ayah” yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 23–25 September 2025.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara sekolah dan keluarga, khususnya melibatkan peran ayah secara langsung dalam proses belajar anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk belajar keterampilan hidup (life skill), menanamkan nilai kebersamaan, serta mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak.
Awal Kegiatan: Sholat Dhuha Bersama Ayah
Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Dhuha bersama ayah. Anak-anak melaksanakan sholat dengan tertib dan penuh antusias, didampingi langsung oleh ayah masing-masing. Suasana khidmat terasa begitu hangat karena ibadah dilakukan bersama sosok yang dekat dan dicintai anak.
Melalui pembiasaan ini, anak dikenalkan pada nilai spiritual sejak dini, serta belajar bahwa ibadah dapat dilakukan bersama keluarga dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan.
📸

Memasak Bersama Ayah: Belajar Melalui Pengalaman Nyata
Setelah sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan memasak bersama ayah. Dalam kegiatan ini, ayah berperan aktif mendampingi anak selama proses memasak, mulai dari menyiapkan bahan hingga penyajian makanan. Sementara itu, mama berperan memberikan instruksi terkait bahan makanan yang digunakan.
Pembagian peran ini memberikan kesempatan bagi ayah dan anak untuk berinteraksi lebih dekat, bekerja sama, dan saling mendukung dalam suasana yang menyenangkan.
Kegiatan memasak disesuaikan dengan jenjang usia anak, sehingga setiap anak dapat terlibat secara aktif sesuai dengan tahap perkembangannya.
Kegiatan Memasak Berdasarkan Kelompok Usia
Kelompok Playgroup (PG)
Anak-anak Playgroup bersama ayah membuat salad buah dan sandwich. Menu ini dipilih karena sederhana, aman, serta sesuai dengan kemampuan motorik anak usia dini. Anak dikenalkan pada berbagai jenis buah, warna, rasa, dan tekstur, sekaligus belajar menyusun makanan dengan rapi.
Melalui kegiatan ini, anak belajar:
- Mengenal bahan makanan sehat
- Melatih motorik halus
- Mengikuti instruksi sederhana
- Meningkatkan rasa percaya diri
Kebersamaan ayah dan anak terlihat jelas saat mereka menyusun potongan buah dan sandwich, lalu menikmati hasil masakan bersama dengan penuh rasa bangga.
📸

Kelompok TK A
Anak-anak TK A membuat nasi goreng dan minuman nusantara. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak untuk mengenal makanan khas Indonesia serta proses memasak yang lebih kompleks dengan pendampingan ayah.
Dalam prosesnya, anak belajar:
- Mengenal bahan masakan dan bumbu dapur
- Melatih koordinasi mata dan tangan
- Belajar bekerja sama dan bergiliran
- Menumbuhkan rasa cinta terhadap kuliner nusantara
Ayah mendampingi anak dengan penuh kesabaran, memberikan contoh, sekaligus memberi ruang bagi anak untuk mencoba sendiri.
📸

Kelompok TK B
Kelompok TK B juga membuat nasi goreng dan minuman nusantara, namun dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Anak-anak diberikan kesempatan lebih luas untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk, hingga penyajian.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Melatih kemandirian dan tanggung jawab
- Mengembangkan kemampuan problem solving
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Menguatkan bonding antara ayah dan anak
Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan penuh makna.
📸


Manfaat Kegiatan bagi Anak dan Keluarga
Melalui kegiatan “Belajar Memasak dan Bermain Bersama Ayah”, anak-anak mendapatkan banyak pengalaman berharga, di antaranya:
- Terbangunnya kedekatan emosional antara ayah dan anak
- Anak merasa didampingi dan dihargai dalam proses belajar
- Meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi
- Menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian
- Memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan
Bagi orang tua, khususnya ayah, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keterlibatan aktif dalam keseharian anak memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka.
Penutup
Kegiatan Belajar Memasak dan Bermain Bersama Ayah di TK Khalifah Cimanggis menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik bagi anak adalah pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, kebersamaan, serta nilai-nilai positif dalam keluarga. Melalui sholat Dhuha bersama, memasak, dan bermain, anak tidak hanya belajar keterampilan hidup, tetapi juga merasakan kehadiran ayah sebagai sosok yang dekat, peduli, dan mendukung.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan program-program bermakna yang memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.